ABC
A adalah air way,dimana udara pernafasan bisa berlalu lalangpertolongan pertama adalah pembebasan jalan nafas dan pematenan jalan nafas
Tindakan
- Letakkan korban di tempat datar dan keras, posisi terlentang
- Angkat dagu dengan sedikit modifikasi dari leher( menghindari trauma cervical)
- Tekan kening agar posisi kepala menengadah( sedikit exstensi)
penilaian meliputi irama, kedalaman, tingkat kesulitan, frekuansi
Tindakan
- Dekatkan telinga pada mulut korban, adakah suara atau hembusan nafas
- Jika ada, miringkan korban kekiri (recovery position) sambil mempertahankan kondisi dan terus evaluasi
- Jika tak ada, berikan nafas bantuan dari mulut ke mulut 2 kali sambil lihat pengembangan dada
- jika dada mengembang, berikan nafas bantuan sekitar 18-24 kali/menit, evaluasi tiap saat
- jika dada tak mengembang, raba nadi karotis(leher)
C adalah sirkulasi(circulation) yaitu proses distribusi segala sesuatu yang dibutuhkan sel-sel tubuh oleh darah dengan bantuan system cardiovasculer
penilaian meliputi
- Nadi(irama, kekuatan dan frekuensi) yang biasanya ditandai dengan pemeriksaan CRT(waktu pengisian kapiler)
- Tekanan darah
Tindakan
- Raba nadi leher
- Lakukan pijat jantung dengan menekan dada pada daerah tengah 6 jari diatas tulang taju pedang(prosesus xifoideus)
- Lakukan pijatan dengan pundak sebagai tumpuan( jangan siku, ditandai dengan posisi siku yang lurus)
- Frekuasi pijatan 60-100 kali/menit dengan 30 kali pejatan 2 kali nafas bantuan
- Evaluasai tiap 5 siklus dengan 1 siklus adalah 30 kali pijatan dengan 2 kali nafas batuan
- Evaluasai pada nafas dan nadi karotis
- Jika nafas tak ada, nadi tak ada: lakukan pijat jantung ulang(kembali ke C)
- Jika nafas tak ada, nadi ada: lakukan nafas bantuan(kembali ke B)
- Jika nafas ada, nadi ada: berikan recovery position dan evaluasi terus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar